ya..kalau sudah pernah nonton…bersyukurlah kalian, kalau belum jangan
sampai nggak nonton deh..ada pelajaran hidup berharga yang bakal kalian
lewatkan
Film yang dirilis di Korea Selatan tanggal 22 April 2010 ini, bercerita
tentang seorang ibu, bagaimana ia membesarkan anak putrinya sampai ia
tumbuh dewasa, hingga akhirnya menikah dan mempunyai seorang anak.
Ibu Ji-suk (Kim Hae-Suk) adalah sosok ibu yang sangat ideal, yang
menggambarkan karakter seorang ibu yang sangat khas. sedangkan putrinya
Ji-suk (Park-Jin Hae) adalah gambaran bagaimana seorang anak bersikap
pada ibunya. Ibu Ji-suk amat mencintai dan menyayangi Ji-suk ini
terbukti dari sikapnya tiap kali Ji-suk diperlakukan tidak baik, misal
ketika adiknya tidak menyisihkan makanan untuk Ji-suk, maka dengan
segera Ibunya mengomeli adiknya. ketika Ji-suk remaja, masalah keluarga
semakin rumit, karena sering kali ayahnya bersikap kasar pada Ibunya
bahkan sering memukulinya, Ji-suk begitu takut dan hanya bisa menangis
saat itu. tetapi ketika Ji-suk dewasa ia tidak tahan lagi dengan
perbuatan ayahnya dan mengatakan pada ibunya untuk bercerai saja dan
pindah ke Seoul. tetapi ibunya berkata
“barangkali seorang ibu harus berkorban demi anaknya, aku tidak bisa membiarkanmu berhenti bersekolah hanya karena aku tidak mau dipukul oleh ayahmu!”
“barangkali seorang ibu harus berkorban demi anaknya, aku tidak bisa membiarkanmu berhenti bersekolah hanya karena aku tidak mau dipukul oleh ayahmu!”
ketika Ji-suk dewasa ia mendapat beasiswa untuk kuliah di Universitas
sastra di Seoul, dan itu artinya ia harus meninggalkan ibunya dan
keluarganya di rumah. suatu kali Ji-suk hendak menikah dengan seorang
pemuda dan pemuda itu menawarinya untuk datang bertemu dengan
keluarganya. akhirnya Ji-suk datang bersama ibu dan bapaknya, tak
disangka calon mertua Ji-suk rupanya menolak dengan kasar dan tidak mau
pernikahan itu terjadi. dengan amat nelangsa ibu Ji-suk kembali
ke rumah orang tua pemuda tersebut dan memohon dengan sangat agar
putrinya boleh menikah dengan pemuda tersebut. dalam percakapan empat
mata dengan ibu pemuda itu, ibu Ji-suk berkata
“mungkin aku memang bodoh, tapi tidak putriku. dia pintar dan aku tidak mau melihatnya menderita hanya karena orang tuanya bodoh dan tidak kaya”
“mungkin aku memang bodoh, tapi tidak putriku. dia pintar dan aku tidak mau melihatnya menderita hanya karena orang tuanya bodoh dan tidak kaya”
akhirnya Ji-suk menikah dan dikarunia seorang putri yang amat cantik dan
manis. tetapi rupanya nasib berkata lain dia tervonis kanker pankreas
stadium terakhir dan tentu saja itu tidak bisa disembuhkan. Ji-suk tidak
mengatakannya pada ibunya, ibunya justru mengetahui berita mengejutkan
itu dari suami Ji-suk. menjelang ending film, suasana film dipenuhi
dengan kesedihan yang luar biasa. bagaimana tidak, seorang ibu tahu
bahwa sebentar lagi anaknya akan meninggal padahal ia begitu mencintai
dan menyayanginya.
film ini amat sangat menyentuh, setidaknya bagi saya yang kerap kali
kurang bersyukur dianugerahi orang tua yang begitu mencintai dan
mendukung hidup saya. film ini berklimaks Sad Ending dan tentu saja pada
akhirnya tetap dapat ditarik makna reflektif dari film ini yakni bahwa
“pengorbanan yang diberikan oleh seorang ibu amat berharga bagi kita, tanpa ibu kita tidak mungkin ada, dan karenanya jangan pernah kecewakan ibu kita, atau kita akan menyesal pada akhirnya”
“pengorbanan yang diberikan oleh seorang ibu amat berharga bagi kita, tanpa ibu kita tidak mungkin ada, dan karenanya jangan pernah kecewakan ibu kita, atau kita akan menyesal pada akhirnya”
Download Film A Long Visit(My Mom)
NB: Siap-siap tissue di dekat anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar